Andi mengatakan pada Rabu (11/11). Kalau kekhawatiran, dari pengurus RT maupun RW, rasa khawatir memang ada. "Tapi kita kan juga enggak bisa mencegah dengan kondisi seperti itu. Ya jadi melihatnya berjalan ajalah apa adanya, kalau memang harus jadi klaster atau gimana ya," ujarnya.
Baca Juga : Angin Puting Beliung Memporakporanda Sejumlah Bangunan dan Tiang Listrik
Sebelum kepulangan Rizieq, RT dan RW sudah mengimbau kepada massa yang menyambut Rizieq agar mematuhi protokol kesehatan, terutama dalam hal penggunaan masker. Selain itu, di sekitar lokasi kediaman Rizieq juga sudah disediakan beberapa tempat untuk mencuci tangan.
"Kalau untuk jaga jarak, agak sulit juga karena memang budaya kita jaga jarak itu agak sulit untuk himbau mereka. Tapi kalau masker mereka mungkin agak menerima. Kalau untuk jaga jarak mungkin agak terabaikan," ucap dia.
Rizieq Shihab diketahui tiba di Jakarta pada Selasa (10/11) pagi. Kepulangannya ke Indonesia mengundang kerumunan massa pendukung dan simpatisannya untuk berkumpul. Kerumunan terjadi di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta. Selain itu, kerumunan juga terjadi di markas FPI di Petamburan.
Epidemiolog Masdalina Pane mengkhawatirkan kemunculan klaster baru Covid-19 akibat kerumunan massa yang menyambut Rizieq di kediamannya wilayah Petamburan, Selasa (10/11). Dia mengimbau orang yang ikut serta dalam penyambutan itu untuk segera memeriksakan diri. Terutama jika muncul atau merasakan gejala Covid-19 seperti demam, batuk, atau gangguan pernafasan.