NAWACITAPOST.COM - Insiden ledakan yang diduga berasal dari tabung gas ruko Nasi Tempong Sri Dewi di Klaster Perumahan San Antonio, Pakuwon City, Surabaya terjadi pada Selasa, 6 Oktober 2026 sekitar pukul 07.06 WIB.
Ledakan tersebut membuat dampak kerusakan yang cukup besar bagi ruko di sekitar lokasi awal.
Detik-detik ledakan pun sempat terekam oleh kamera CCTV milik ruko sepatu yang berada tepat di sebelahnya.
“Musibah tidak ada yang tahu. Jujur, kami ikut kaget dan sedih melihat rekaman CCTV ini. Toko pertama kami di San Antonio Surabaya ikut terdampak ledakan dari rumah makan ruko sebelah,” tulis keterangan dalam unggahan akun @senikersku_id pada Selasa, 6 Oktober 2026.
Dalam video tersebut, jam CCTV menunjukkan waktu 07.06 saat tiba-tiba rumah makan di sampingnya meledak hingga membuat tembok bangunan jebol.
Dari berbagai angle kamera, tampak sebagian sisi tembok tiba-tiba ambruk dan membuat sepatu yang tersusun di rak jatuh berhamburan.
Pemilik ruko sepatu mengungkapkan saat itu kondisi tokonya belum dibuka, sehingga tidak ada pegawai yang menjadi korban.
“Bersyukur enggak ada korban dari kru kita karena kejadian sebelum toko buka. Buat semua yang terkena musibahnya, segera pulih ya,” ungkap pemilik ruko dalam komentar yang ditinggalkan melalui akun Instagram @evankosasi.
Semenatra itu, menurut keterangan pihak berwajib, kebocoran dari gas 50 Kg yang diduga jadi penyebab ledakan.
“Hari ini, tadi sekitar pukul 07.00 WIB, saat koki sedang memasak, memang sempat mencium bau gas. Kemudian dalam sekejap, terjadi ledakan,” ujar Kepala Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan saat ditemui wartawan di lokasi pada Selasa, 6 Oktober 2026.
“Saat ini, kami bersama tim Jibom (Penjinak Bom) sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meyakinkan sampai saat ini tidak ditemukan kandungan yang bahan peledak. Berdasarkan keterangan saksi-saksi, kemungkinan besar ledakan tersebut diduga kuat berasal dari kebocoran gas,” jelasnya.
Mengenai korban insiden tersebut, Luthfie menyebut bahwa setidaknya ada 5 orang yang terdiri dari 4 orang pria dan satu orang wanita yang sudah mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Haji.
“Untuk kerusakan, terdata ada kurang lebih 41 bangunan berupa pecah kaca akibat getaran kuat dari ledakan, sedangkan lima bangunan yang berada persis di sisi lokasi mengalami kerusakan parah. Bangunan lainnya mengalami kerusakan ringan,” paparnya.
Adapun pemeriksaan awal diduga dari kebocoran gas 50 Kg dan ditemukan 3 tabung di lokasi rumah makan.