olahraga

Ini Alasan Direktur CISA Herry Mendrofa : Menpora dan Kepala BP2MI Harus Diresuffle

Jumat, 12 November 2021 | 16:43 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST.COM  - Lawatan seminggu (29 Oktober 2021 - 5 Nopember 2021) Presiden Jokowi ke Italia, Inggris/Britania Raya, dan Uni Emirat Arab (UEA) dipastikan membawa harapan besar bagi peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Apalagi dengan dipilihnya Indonesia sebagai Presidensi G20 Negara mulai 1 Desember 2021 - Nopember 2022.

Baca Juga : Pengawasan Dana Desa Triliunan Rupiah Terancam Menguap, Pengawasan Kemendes PDTT Lemah?


Kunjungan Jokowi itu, tentu harus dibarengi dengan kecakapan para pembantunya (baca : Kabinet)  mampu menterjemahkan pokok-pokok pikiran Presiden Jokowi yang sudah tertuang dalam Nawacita janji kampanyenya. Untuk segera dilaksanakan oleh  departeman dan kelembagaan negara masing-masing.

Memang tidak semua kabinet berkinerja buruk, cuman satu sampai dua beberapa menteri dan lembaga saja. Lebih-lebih, jika dikaitkan dengan ditetapkannya Jenderal TNI Andika Perkasa sebagai panglima TNI menggantikan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. Itu menunjukan bahwa keamanan negara sudah semakin solid, dan tak perlu diragukan lagi. Jadi tinggal para kabinetnya yang harus bekerja keras.

Mencermati hal tersebut Direktur Eksekutif Center for Indonesia Strategic Actions (CISA) Herry Pasrani Mendrofa, ketika dihubungi nawacitapost.com, Jumat (12/11/2021) siang mengatakan. "Saya kira resuffle penting dilakukan segera oleh Presiden Jokowi karena ada beberapa pembantunya yang belum optimal hingga saat ini. Seperti Menpora juga harus dievaluasi karena terlihat lalai soal kepatuhan akan kebijakan anti doping dari WADA,"

"Termasuk, Kepala BP2MI juga termasuk yang harus diresuffle, adanya kenaikan 117,4 persen pengaduan TKI yang belum dituntaskan. Tampak bahwa Kepala BP2MI bukan orang yang kompeten di bidang ini."

Tags

Terkini