Wolverhampton,NAWACITA- Meminjam pemain lazim dilakukan klub saat bursa transfer berlangsung. Selain bisa menghemat, klub yang meminjam pemain bisa menilai kemampuannya. Jika bagus dan cocok, bisa dipermanenkan di akhir musim. Sedangkan klub pemilik pemain tak lagi menggaji pemain yang biasanya tak dibutuhkan itu.
Meminjam pemain dari klub besar jadi langkah cerdas sebuah klub. Dasar pemikirannya, klub besar pasti memiliki pemain dengan kemampuan bagus. Tak terpakai lantaran ada lagi yang lebih bagus. Inilah yang dilakukan klub Liga Primer, Wolverhampton Wanderers yang paham betul kalau Real Madrid sedang kelebihan pemain.
Situasinya sudah sangat parah karena terlalu banyak pemain yang tak terpakai ada di skuat mereka. Bagi Madrid, paling ideal dijual tapi tentu tak mudah dan bisa beres dalam waktu cepat. Dipinjamkan jadi cara yang lazim dilakukan Madrid saat pemain sudah berlebih. Inilah yang akan kembali dialami Jesus Vallejo di musim 2019/20 nanti.
Wolverhampton pun sudah hampir rampung menyelesaikan proses peminjaman Vallejo. Bek tengah 22 tahun ini juga pernah dipinjamkan ke Real Zaragoza (2015/16) dan Eintracht Frankfurt (2016/17). Dua musim terakhir Vallejo nyaris tak terpakai sehingga dipinjamkan lagi jauh lebih baik baginya.
Wolverhampton pun lumayan untung lantaran bisa memakai jasa bek tengah bagus ini dengan gratis. Cuma bayar gajinya saja. Seperti biasa, di ujung masa peminjamannya nanti Vallejo bisa dipermanenkan. Tentunya dengan harga yang terjangkau. Meski begitu, Vallejo meminta tidak dipermanenkan di Wolverhampton.
Dia menegaskan jangan ada klausul pembelian permanen oleh Wolverhampton. Artinya, di akhir musim 2019/20, Vallejo ingin kembali ke Madrid. Di Wolverhampton, dia ingin membuktikan kemampuan agar bisa dipakai lagi di Los Blancos.(Kontributor Thoriq, Jakarta)