China, NAWACITA - Pada Olimpiade London 2012 lalu, China berhasil menyapu bersih lima medali emas cabang olahraga bulu tangkis. Kepala pelatih tim nasional bulu tangkis China, Zhang Jun, mengatakan bahwa pihaknya ingin mengulangi momen Olimpiade London 2012 tersebut.
Zhang Jun yang juga Presiden Asosiasi Bulu Tangkis China mengatakan bahwa tim bulu tangkis China cukup kompetitif pada lima nomor, terutama dengan para pemain muda yang mulai menunjukkan permainan bagus pada turnamen internasional.
"Kami mempunyai pemain muda seperti Chen Yufei dan He Bingjiao pada tunggal putri. Meskipun mereka mungkin tidak berada di kelas atas, tetapi mereka sangat dekat dengan medali," tutur Zhang Jun seperti dikutip nawacitapost.com dari Bolasport.com.
Zhang Jun juga mengungkapkan bahwa seluruh pihak Asosiasi Bulu Tangkis China ingin mewujudkan keinginan mengulangi momon bersejarah Olimpiade Tokyo 2020.
"Kami bertujuan untuk merebut semua medali emas pada Olimpiade Tokyo 2020. Seberapa banyak kami akan mendapatkannya, itu tergantung kepada kinerja atlet kami" ujar Zhang Jun.
Zhang Jun juga menyadari bahwa materi tunggal putri China yang sekarang diisi oleh pemain muda seperti Chen Yufei dan He Bingjiao belum berada di kelas atas, tetapi mereka berpeluang mendapatkan medali. Chen Yufei yang merupakan juara All England 2019 menduduki peringkat ketiga dunia, sedangkan He Bingjiao menempati urutan keenam dunia.
Zhang Jun mengakui bahwa dirinya lebih khawatir dengan sektor tunggal putra karena belum mampu melahirkan pemain seperti Lin Dan dan Chen Long.
"Chen Long dan Lin Dan masih memimpin di tim kami. Artinya, para pemain tunggal putra kami masih harus banyak belajar, dan harus siap mengejar pemain terbaik dunia," kata Zhang Jun.
China kini memiliki Shi Yuqi sebagai tunggal putra China dengan pencapaian terbaik finalis BWF World Tour 2018 dan runner-up Kejuaraan Dunia 2018. Di sektor ganda putra, China memiliki Li Junhui/Liu Yuchen di peringkat ketiga setelah Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Takeshi Kamura/Keigo Sonoda (Jepang).
Pada nomor ganda putri, dominasi China kini sedikit tergeser oleh Jepang yang memiliki tiga wakil di empat besar dunia. Namun, China juga menempatkan wakilnya di peringkat 10 besar dunia, yakni Chen Qingchen/Jia Yifan (peringkat ke-3 dunia) dan Du Yue/Li Yunhui (peringkat ke-8 dunia).
Zhang Jun mengatakan kemenangan ganda putri China atas Jepang akan sangat meningkatkan moral timnya. Di sektor ganda campuran, China menempatkan wakilnya di peringkat kesatu dan kedua dunia melalui Zheng Siwei/Huang Yaqiong dan Wang Yilyu/Huang Dongping.
"Saya memiliki kekhawatiran pada nomor ganda campuran. Tidak ada kepastian selama Olimpiade," ujar Zhang Jun.