Jakarta, NAWACITA – Kerusuhan pada Aksi demonstransi 22 Mei, membuat klub Ibu Kota, Persija Jakarta waswas. Pasalnya, Macan Kemayoran terancam tidak bisa menggelar laga kandang di Jakarta akibat kondisi Ibu Kota yang kurang konduksif.
Suasan di Ibu Kota Jakarta kini tengah dalam kondisi siaga 1. Akhir atas ribuan massa menggelar aksi demo di depan Kantor Bawaslu kemarin untuk menuntut hasil pemilihan Presiden dan Wakil Presiden.
Kerusuhan pun tidak hanya terjadi di depan Kantor Bawaslu. Sejumlah massa yang mengikuti demo juga terlibat bentrok dengan pihak aparat yang siaga di beberapa titik seperti Tanah Abang, Slipi, serta Petamburan.
Manajer Persija, TNI Ardhi Tjahjoko, pun tidak bisa memastikan Macan Kemayoran tetap menggelar laga di Jakarta. Dia juga sudah menyiapkan opsi lain apabila memang jawara Liga 1 2018 ini tidak bisa menggelar pertandingan di Ibu Kota.
“Kalau harus kondusif, saya tidak bisa tentukan juga karena ini belum tahu sampai kapan. Menurut saya, ini risiko tim di ibukota karena kami kan sekarang ada di Jakarta,” ujar Ardhi saat ditemui di Lapangan Sutasoma, Halim Perdanakusuma, pada Rabu 22 Mei 2019 kemarin.
Pascha Aksi Kerusuhan, ternyata membuat klub Ibu Kota kurang konduksif, hingga membuat Tim Persija Jakarta waswas. Pasalnya,
“Selain itu, saya rasa kami harus siap dalam kondisi seperti itu. Saat ini, kalau kami tidak bisa bermain di Jakarta ya kami harus jalani itu. Kami bisa jadi musafir lagi seperti tahun lalu ke Yogyakarta,” katanya
Kembali Persija dijadwalkan akan menggelar laga kandang perdana di Shopee Liga 1 2019 kontra Bali United. Pertandingan tersebut rencananya akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan. (ANT/GBK)