Menpora juga menaruh perhatian besar pada pengembangan sumber daya manusia (SDM) di lingkungan Kemenpora, khususnya Aparatur Sipil Negara (ASN).
Ia menginstruksikan seluruh deputi untuk proaktif membina dan menyemangati para asisten deputi dan staf di bawahnya.
"Banyak ASN yang semangatnya tinggi. Itu harus dimaksimalkan agar potensi mereka bisa tumbuh dan berdampak nyata," ujarnya.
Dito menambahkan, penguatan sistem merit menjadi salah satu prioritasnya, dengan berbasis pada integritas dan profesionalisme.
Dengan begitu, seluruh pegawai di Kemenpora memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, sukses, dan memberikan kontribusi terbaik bagi kementerian maupun bangsa secara keseluruhan.
"Saya ingin sistem merit di Kemenpora diperkuat agar pegawai yang berintegritas dan profesional bisa naik kelas. Harapannya, kementerian ini dapat benar-benar menjadi penggerak utama dalam memajukan generasi muda dan industri olahraga Indonesia," pungkasnya.
Pembentukan Deputi Industri Olahraga dinilai sebagai langkah strategis di tengah dinamika industri olahraga global yang terus berkembang.
Olahraga tidak lagi hanya soal prestasi atletik, tetapi juga menjadi bagian dari industri hiburan, pariwisata, hingga gaya hidup yang bernilai ekonomi tinggi.
Dengan struktur organisasi yang lebih adaptif, Kemenpora diharapkan mampu menjalin kolaborasi lebih luas dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, swasta, komunitas olahraga, dan pelaku industri kreatif.
Langkah ini juga sejalan dengan agenda pemerintah untuk meningkatkan kontribusi sektor non-migas, termasuk olahraga dan ekonomi kreatif, dalam mendongkrak Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.