"Ya mau kasih lihat ke anak juga. Saya sendiri juga penasaran dengan stadion Manahan. Karena ini benar-benar baru pertama kali ke Manahan, lalu pertama kali juga lihat pertandingan bola di stadion," ucapnya.
"Sebelumnya ingin nonton di JIS (Jakarta International Stadium). Tetapi enggak kesampaian, karena anak juga sedang sakit. Jadi memang sengaja mengejar ke Solo. Karena kan kita enggak tahu kapan lagi Piala Dunia main lagi di sini (Indonesia)," ujarnya.
Dia pun berharap Argentina bisa menang melawan Jerman dan melangkah ke final. Matius mengaku sangat ingin melihat Argentina bertemu Prancis di partai puncak nanti.
"Maunya final lihat Argentina lawan Prancis. Karena Prancis kan jago juga. Ini Argentina vs Jerman saja sudah seperti final juga sebenarnya. Mali? Nah, itu dia. Saya justru baru dengar. Karena kan biasanya yang kita dengar yang jago sepak bola itu Jerman, Prancis, Inggris. Eh, malah Inggris kejutan tersingkir," katanya sambil tertawa.
Sayangnya, Matius dan keluarga sepertinya harus menyaksikan lagi dari layar kaca saja jika jagoannya Argentina melaju ke final. Ini mengingat dia sudah tidak bisa nonton langsung ke stadion.
"Kalau Argentina ke final, jelas pengen nonton lagi. Tapi sayang enggak bisa. Kami tidak kebagian tiket. Sudah sold out pas di cek. Telat kami belinya. Tapi, kalau ada mau dong kita dikasih," ujar Matius dan sang istri.