"Saya berharap bermain tiga kali di JIS jadi keuntungan bagi kami. Karena kami sudah tahu bagaimana kondisi lapangan, ruang gantinya, serta tahu temperatur di sana," katanya.
"Tapi, saya sendiri tidak tahu. Saya pikir Senegal bisa beradaptasi cepat dengan situasi yang ada. Namun, keuntungan atau tidak bukan masalah saya pikir," ucapnya.
Dia kembali menegaskan jika babak 16 Besar nanti adalah laga penting bagi timnya. Pelatih pun memaksimalkan waktu yang ada untuk melakukan recovery pemain.
"Kami memiliki waktu yang cukup empat hari untuk recovery. Kini kami mulai bekerja untuk mempersiapkan semua dengan mata untuk pertandingan ini," ujar dia.
"Saat ini, tim dalam kondisi baik. Mungkin, ya ada satu dua pemain yang sempat mengalami masalah perut. Tapi, saya pikir secara umum semua pemain siap bertanding," kata Luc Vannuchi menambahkan.
Bek Prancis U-17, Nhoa Sangui menambahkan jika dirinya mewaspadai kapten Senegal U-17, Amara Diouf. Amara dinilainya bisa berbahaya bagi timnya, mengingat secara fisik pemain penyerang Senegal itu dinilainya sangat kuat.
"Secara umum mereka adalah tim kuat, secara fisikal. Mereka punya gaya permainan yang mungkin bisa menyulitkan kami. Mereka kuat di sayap dan sangat teknikal pemainnya. Terutama sang Kapten Senegal harus kami waspadai," tukasnya.
Walaupun menilai Senegal tim kuat, tetapi Sangui menegaskan jika timnya memiliki taktik yang kuat. Sehingga dia tetap percaya diri bisa memenangkan pertandingan ini.