hukum

Dijanjikan Jadi LC di Vietnam, 2 WNA Jepang Malah Dibawa ke Surabaya dan Diberi Skrip Penipuan

Jumat, 25 September 2026 | 08:15 WIB
Dalam persidangan terungkap dua WNA Jepang disebut dijanjikan pekerjaan sebagai LC di Vietnam, namun justru dibawa ke Indonesia dan diberi skrip untuk menjalankan penipuan.

SURABAYA, NAWACITAPOST.COM - Modus jaringan penipuan lintas negara yang melibatkan sejumlah warga negara asing (WNA) di Surabaya mulai terungkap dalam persidangan. Dua perempuan asal Jepang disebut awalnya dijanjikan pekerjaan sebagai lady companion (LC) di Vietnam, tetapi justru dibawa ke Indonesia dan diberi skrip untuk menjalankan penipuan. Dalam pengungkapan jaringan tersebut, nama terdakwa Fu Liwen disebut terkait klaster Embong Kenongo.

Keterangan mengenai modus tersebut disampaikan Martinus Simanjuntak, saksi penangkapan, dalam persidangan perkara dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (24/9/2026).

“Datang di Indonesia dijanjikan pekerjaan sebagai LC di Vietnam kemudian bergeser ke Indonesia. Bukan kehendak para WNA untuk datang ke Indonesia kemudian dikasih skrip oleh salah terdakwa tujuan untuk melakukan penipuan,” ujar Martinus.

Dari pengungkapan itu, polisi kemudian memetakan sejumlah lokasi yang diduga menjadi klaster aktivitas jaringan, di antaranya Embong Kenongo, Darmahusada, dan Darmo Permai. Setiap klaster disebut memiliki orang yang menjalankan fungsi sebagai ketua kelas atau pengendali.

Untuk klaster Embong Kenongo, Martinus menyebut Fu Liwen termasuk orang yang ditangkap polisi dalam pengungkapan jaringan tersebut.

Penyidikan kemudian berkembang setelah polisi menemukan laptop yang disebut menyimpan bank data dan memiliki sinkronisasi dengan Jepang serta aktivitas serupa di Solo, Jawa Tengah.

“Untuk laptop sempat dibuka. Itu merupakan bank data, sinkronisasi dengan Jepang dan sama dengan kegiatan di Solo, Jawa Tengah,” kata Martinus.

Temuan tersebut membuat polisi mendalami dugaan keterkaitan jaringan Surabaya dengan jaringan di Solo. Polisi juga menelusuri aliran dana yang disebut menggunakan mata uang kripto Bitcoin, sementara rekening WNI diduga dipakai untuk menunjang operasional kelompok di Darmahusada.(ibank)

Tags

Terkini