Jakarta, NAWACITA- Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan (Jaksel) memvonis terdakwa perkara penyebaran berita bohong (hoaks) Ratna Sarumpaet dua tahun penjara dikurangi masa tahanan. Majelis Hakim menyatakan, Ratna terbukti secara sah melakukan tindak pidana berita bohong.
"Memerintahkan terdakwa Ratna berada dalam tahanan," ujar Ketua Majelis Hakim PN Jaksel, Joni di ruang sidang PN Jaksel, dikutip i News Kamis (11/7).
Hukuman tersebut lebih rendah dari tuntutan jaksa, yaitu enam tahun penjara. Jaksa Penuntut Umum (JPU) menilai bahwa kabar bohong atau hoaks yang dibuat Ratna telah menimbulkan keonaran di tengah masyarakat.
Jaksa berpendapat bahwa Ratna terbukti bersalah dengan menyiarkan berita bohong terkait penganiayaan yang dialaminya. Padahal, peritsiwa yang dia ceritakan itu tidak pernah terjadi.
Mendengar putusan itu kuasa hukum Ratna, Insank Nasrudin meminta waktu sebelum memtuskan banding atau tidak. "Nanti pikir-pikir dulu," ucap Insank ketika ditanya majelis hakim.
Pernyataan yang sama juga disampaikan oleh Koordinator JPU, Daroe Tri Sadono. " Nanti pikir-pikir dulu," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Editor: Martin
Terkini
Sabtu, 17 Oktober 2026 | 09:30 WIB
Jumat, 16 Oktober 2026 | 21:16 WIB
Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:42 WIB
Jumat, 16 Oktober 2026 | 10:52 WIB
Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:34 WIB
Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:09 WIB
Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:42 WIB
Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:40 WIB
Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:31 WIB
Rabu, 14 Oktober 2026 | 06:02 WIB
Selasa, 13 Oktober 2026 | 23:47 WIB
Selasa, 13 Oktober 2026 | 14:41 WIB
Selasa, 13 Oktober 2026 | 14:04 WIB
Senin, 12 Oktober 2026 | 21:38 WIB
Senin, 12 Oktober 2026 | 21:38 WIB
Senin, 12 Oktober 2026 | 21:38 WIB
Senin, 12 Oktober 2026 | 09:02 WIB
Senin, 12 Oktober 2026 | 09:02 WIB
Senin, 12 Oktober 2026 | 09:02 WIB
Minggu, 11 Oktober 2026 | 21:52 WIB