hiburan

Romantis, Gemas dan Penuh Konflik! 'Dan Bandung' Pikat Penonton Surabaya

Sabtu, 1 Agustus 2026 | 18:31 WIB

 

NAWACITAPOST.COM – Film drama romantis “Dan Bandung” mulai mencuri perhatian penonton Surabaya. Verona Films menggelar special screening sekaligus roadshow perdana film yang diadaptasi dari novel karya Pidi Baiq tersebut di CGV BG Junction Mall, Surabaya, Sabtu (1/8/2026).

Penayangan spesial ini menjadi pembuka rangkaian roadshow “Dan Bandung” sebelum film tersebut resmi tayang serentak di bioskop Indonesia pada 20 Agustus 2026.

Sejumlah pemain dan jajaran produksi turut hadir menyapa penonton serta media. Mereka di antaranya Produser Titin Suryani, Produser Eksekutif Bedy Kunady, Shanna Shannon yang memerankan Elma, Theo Supple sebagai UU, serta Jenny Zhang.

Kehadiran para pemain membuat suasana screening semakin meriah. Tak hanya menyaksikan film lebih awal, penonton juga berkesempatan mendengar langsung cerita di balik proses produksi film yang membawa kisah cinta anak muda ke layar lebar.

Shanna Shannon yang memerankan Elma mengaku senang melihat antusiasme penonton Surabaya yang menjadi salah satu penonton pertama “Dan Bandung”.

“Senang banget bisa melihat keseruan teman-teman di sini yang menjadi salah satu penonton pertama film Dan Bandung. Semoga kalian semua dapat meresapi kisah cinta Basil dan Elma yang membawa banyak pesan untuk kita semua,” ungkap Shanna Shannon.

Adaptasi Novel Pidi Baiq, Dipercayakan kepada Rudi Soedjarwo

“Dan Bandung” merupakan adaptasi dari novel karya Pidi Baiq. Untuk menghidupkan cerita tersebut ke layar lebar, Verona Films menggandeng sutradara Rudi Soedjarwo.

Menurut Produser Titin Suryani, pemilihan Rudi Soedjarwo bukan tanpa alasan. Pengalamannya menggarap film drama romantis menjadi salah satu pertimbangan penting dalam proses produksi.

“Cerita tentang film ‘Dan Bandung’ itu dari novel Ayah Pidi, Pidi Baiq. Dari novel itu kami mengambil untuk difilmkan bersama Ayah Pidi, kemudian kami mencari sutradara,” ujar Titin.

Ia menjelaskan, proses pemilihan sutradara dilakukan dengan cukup serius karena “Dan Bandung” merupakan film yang mengedepankan unsur romansa dan kehidupan remaja.

“Karena ini film romansa, film remaja, kami terus mencari sutradara yang the best, yang terbaik. Kami berdiskusi dan akhirnya memilih Mas Rudi Soedjarwo,” katanya.

Menurut Titin, pengalaman Rudi Soedjarwo dalam menggarap film-film romantis menjadi salah satu alasan kuat di balik keputusan tersebut.

“Beliau sudah sangat berpengalaman. Dulunya beliau yang bikin AADC, di mana film tersebut film yang kental dengan romansanya dan cukup sukses, juga mengangkat beberapa talent baru saat itu,” jelasnya.

Lima Bulan Proses Pascaproduksi

Perjalanan “Dan Bandung” hingga siap ditonton publik ternyata membutuhkan proses yang cukup panjang.

Halaman:

Tags

Terkini