ekonomi

Lima Tahun Bersatu Terminal Teluk Lamong terus Tumbuh dan Bertransformasi bersama Pelindo

Jumat, 9 Oktober 2026 | 10:35 WIB

NAWACITAPOST.COM – Lima tahun pascamerger PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menjadi momentum penting bagi PT Terminal Teluk Lamong (TTL) untuk terus tumbuh dan bertransformasi sebagai bagian dari ekosistem Pelindo.

Mengusung semangat “5 Tahun Bersatu, Bersama Kita Maju”, TTL terus memperkuat integrasi, meningkatkan produktivitas, serta menghadirkan berbagai inovasi operasional dan digital untuk memberikan layanan terminal peti kemas yang semakin cepat, efektif, efisien, dan berorientasi kepada pelanggan. 7/10/2026.

Bagi TTL, perjalanan lima tahun pascamerger bukan sekadar proses integrasi organisasi. Momentum tersebut menjadi titik penting untuk membangun cara kerja yang lebih terintegrasi, memperkuat standardisasi layanan, memperluas pemanfaatan teknologi, serta mengoptimalkan kapasitas dan sumber daya.

Transformasi Pelindo melalui standardisasi pengelolaan terminal peti kemas menjadi bagian penting dalam perjalanan TTL. Berbagai improvement dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari penyempurnaan proses operasional, peningkatan produktivitas peralatan, penguatan pelayanan kapal, hingga digitalisasi proses layanan terminal.

Salah satu breakthrough penting dilakukan pada pelayanan kapal di dermaga domestik ketika TTL menghadapi tantangan arus kuat yang sebelumnya memengaruhi waktu pelayanan kapal.

Melalui evaluasi pola operasi dan kolaborasi dengan pelayanan pemanduan, TTL melakukan penyempurnaan pola pelayanan sehingga kapal dapat dilayani dengan lebih fleksibel tanpa harus menunggu kondisi arus tertentu.

Improvement tersebut mampu menurunkan rata-rata waktu tunggu kapal dari 6,67 jam menjadi 1,83 jam, sekaligus meningkatkan keandalan pelayanan di terminal.

Perbaikan berkelanjutan kemudian diperkuat melalui penerapan konsep Berthing Priority dan Berthing Window untuk memberikan kepastian jadwal sandar kapal, mengurangi waiting time, serta mendukung reliability jadwal pelayaran.

Pendekatan tersebut secara bertahap dikembangkan pada terminal-terminal yang dikelola TTL seiring meningkatnya kebutuhan pelayanan pengguna jasa.

Transformasi tersebut memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kinerja terminal. Salah satu indikatornya terlihat dari pertumbuhan arus peti kemas yang konsisten dalam lima tahun terakhir.

Arus peti kemas TTL meningkat dari 780.160 TEUs pada 2021 menjadi 2.187.964 TEUs pada 2025. Pertumbuhan semakin akseleratif dalam dua tahun terakhir, masing-masing mencapai 55,9% pada 2024 dan 64,6% pada 2025.

Peningkatan tersebut turut didukung oleh semakin kuatnya integrasi dalam pengelolaan terminal. TTL menerima serah operasi TPK Nilam pada 2024 dan TPK Berlian pada 2025, sehingga kini mengelola tiga terminal peti kemas yang semakin terintegrasi, yaitu TPK Teluk Lamong, TPK Nilam, dan TPK Berlian.

Lima tahun pascamerger menjadi perjalanan penting bagi Terminal Teluk Lamong. Kami tidak hanya tumbuh dari sisi volume, tetapi juga terus membangun fondasi operasional yang semakin terintegrasi, produktif, dan berorientasi kepada pelanggan.

Pertumbuhan throughput menjadi salah satu indikator bahwa integrasi dan transformasi yang dilakukan mampu menciptakan nilai yang semakin besar bagi pengguna jasa, perusahaan, dan Pelindo,” ujar David Pandapotan Sirait, Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong.

Halaman:

Tags

Terkini