ekonomi

BI Siapkan 6 Senjata Strategis Dongkrak Ekonomi Syariah hingga 2030

Selasa, 6 Oktober 2026 | 06:16 WIB
Deputi Direktur Kantor Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur bidang Ekonomi dan Keuangan Syariah, Yono Haryono, dalam Capacity Building Media Gathering Strategic Visioning

SOLO, NAWACITAPOST.COM — Bank Indonesia menyiapkan enam inisiatif strategis untuk mempercepat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam persaingan ekonomi halal global.

Enam agenda tersebut dipaparkan Deputi Direktur Kantor Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur bidang Ekonomi dan Keuangan Syariah, Yono Haryono, dalam Capacity Building Media Gathering Strategic Visioning: Inisiatif Strategis Kebijakan Eksyar di Solo, Senin (5/10/2026) malam.

Enam program itu masing-masing GERBANG SANTRI, JAWARA Ekspor, GEMA Halal, SAPA Syariah, KANAL ZISWAF, dan LENTERA Emas.

GERBANG SANTRI diarahkan memperkuat pesantren sekaligus rantai nilai halal. Program ini mencakup peningkatan produktivitas usaha pesantren, digitalisasi kerja sama antarpesantren, serta penguatan kelembagaan dan tata kelola keuangan pesantren.

Berikutnya, JAWARA Ekspor difokuskan untuk mendorong produk halal Indonesia menembus pasar global. Strateginya melalui kurasi pelaku dan produk potensial, pelatihan, business matching, pemetaan pasar, promosi perdagangan hingga penguatan kerja sama internasional.

Sementara GEMA Halal menyasar percepatan sertifikasi halal. BI melihat masih rendahnya jumlah produk bersertifikat halal, keterbatasan bahan baku halal dalam negeri, kapasitas lembaga halal serta kompetensi sumber daya manusia sebagai sejumlah tantangan yang harus dibenahi.

Untuk pembiayaan, BI menyiapkan SAPA Syariah melalui penguatan kebijakan, regulasi dan inovasi, fasilitasi akses pembiayaan serta perdagangan, dan pendalaman pasar uang syariah.

Di sisi keuangan sosial, KANAL ZISWAF diarahkan memperkuat tata kelola, kelembagaan dan digitalisasi zakat, infak, sedekah dan wakaf. Sedangkan LENTERA Emas difokuskan pada peningkatan literasi dan inklusi Eksyar, khususnya pelajar, mahasiswa, santri, pemuda, industri, UMKM dan perempuan.

Keenam program tersebut menjadi bagian dari penyempurnaan framework kebijakan Eksyar BI menuju 2030. BI menilai penguatan program diperlukan karena pembiayaan syariah, rantai nilai halal, literasi dan inklusi Eksyar masih menghadapi berbagai kesenjangan.

Target besarnya adalah membangun ekosistem ekonomi syariah yang terintegrasi dan berdaya saing, sehingga mampu mendukung stabilitas harga sekaligus pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. ***

Tags

Terkini