awards

Berhasil Percepat Hapus Kemiskinan Ekstrim, Pemkab Majalengka Diganjar Penghargaan

Rabu, 18 September 2024 | 21:16 WIB
Wakil Presiden RI Prof Maruf Amin secara langsung memberikan Piagam Penghargaan Atas Kinerja Tahun 2024,

Majalengka, NAWACITAPOST.COM - Mampu memanfaatkan berbagai potensi Daerah dalam mengentaskan kemiskinan ekstrim, Pemerintah Kabupaten Majalengka mendapat penghargaan dari Pemerintah Pusat.

Wakil Presiden RI Prof Maruf Amin secara langsung memberikan Piagam Penghargaan Atas Kinerja Tahun berjalan 2024, Dana insentif fiskal bagi daerah, kategori percepatan kinerja daerah dalam penghapusan kemiskinan ektrem sebesar Rp 6.019.135.000,-

Pemberian tersebut, tercantum dalam Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 353 Tahun 2024 tentang Rincian Alokasi Insentif Fiskal Tahun Anggaran 2024 untuk penghargaan Kinerja Tahun Berjalan Kelompok Kategori Percepatan Kinerja Daerah dalam Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

Saat dikonfirmasi, Pj Bupati Dedi Supandi mengatakan bahwa Pemkab Majalengka terus konsisten dalam melaksanakan strategi pengurangan kemiskinan ekstrem, serta penurunan jumlah kantong-kantong kemiskinan ekstrem. 

“Saya juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mengoptimalkan intervensi spesifik kantong - kantong kemiskinan dan menangani kasus stunting,” ungkap Dedi Supandi, Rabu (18/09/2024).

Meskipun demikian, langkah konkret yang telah dilakukan Pemkab Majalengka, guna untuk menekan angka kemiskinan ekstrem dari mulai gelar pangan murah, bantuan rutilahu, BLT mitigasi elnino, PKH, BPNT, bantuan pangan cadangan beras pemerintah, CSR, subsidi sembako murah, bantuan keuangan bersifat khusus Jamsostek, dan lainnya.

Tak hanya itu, mantan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat itu menambahkan bahwa pihaknya juga melakukan berbagai upaya, yakni beasiswa bagi siswa miskin berupa bantuan peralatan dan perlengkapan sekolah, bantuan iuran Jaminan Kesehatan (PBI).

"Kami juga menyiapkan anggaran penanggulangan kemiskinan di APBD 2024 yang totalnya mencapai Rp 424.023.938.000. Tahun ini, kami menyiapkan berbagai strategi untuk menanggulangi kemiskinan ekstrem di Kabupaten Majalengka," tambahnya.

Program yang dilakukan pada tahun 2024 peningkatan akses masyarakat terhadap sanitasi layak, rutilahu, sumber penerangan, air minum layak, akses jalan maupun jembatan untuk mengurangi kantong-kantong kemiskinan di Kabupaten Majalengka.

Masih dikatakan Dedi, Pemkab Majalengka juga berkolaborasi dengan IPDN untuk menerjunkan ratusan praja dalam rangka verifikasi dan validasi data warga miskin di Kabupaten Majalengka.

"Hasilnya, jumlah warga miskin yang semula 50058 kepala keluarga (KK) turun menjadi 37244 KK, dan data tersebut akan disinkronkan dengan Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) 2023 yang menjadi acuan praja IPDN melaksanakan verval," ungkapnya.

Dalam sektor lain, dia menjelaskan pihaknya mampu menekan angka stunting melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal untuk meningkatkan gizi masyarakat dan mendukung produk lokal. Program tersebut menyediakan makanan sehat bagi ibu hamil, menyusui, dan balita, dengan bahan pangan dari daerah setempat.

"Angka stunting di Kabupaten Majalengka pada 2023 menurun menjadi 3,12 persen atau 2.465 balita stunting dari jumlah total balita yang diukur sebanyak 79.101 balita. Kami berharap, berbagai langkah yang disiapkan pemerintah daerah dapat menekan kasus stunting di Kabupaten Majalengka," tandasnya.(Defri Ardiansyah)

Terkini